Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Bluder sudah ada di Palembang sejak zaman kesultanan Palembang Darussalam. Bluder adalah kue warisan zaman kolonial Belanda sehingga sering disebut sebagai kue kuno bagi masyarakat Palembang. Ejaannya pun mirip dengan bahasa Belanda. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengenal kue bluder mengingat kita telah dijajah Belanda ratusan tahun. Namun, di wilayah lain sering disebut roti bluder dan juga rasanya sudah sering diinovasi. Kalau di Palembang rasa kue bluder tidak mengalami banyak perubahan dari rasa aslinya karena mungkin masyarakat Palembang lebih menyukai rasa asli dari kue bluder ini khususnya bagi generasi tua. Kue yang merupakan perpaduan bahan adonan kue dan roti serta memiliki citarasa manis ini berbentuk bulat, berwarna agak kenuningan, bertekstur sangat empuk dan sedikit berminyak. Ada teknik khusus dalam memanggang bluder ini yang dikenal di masyarakat Palembang tempo dulu yaitu menggunakan perendangan (memanggang menggunakan piranti yang disebut belanga yang di tempatkan di atas bara api sedangkan kekep berbahan gerabah untuk panas atasnya. Namun sekarang memanggang bluder dapat menggunakan oven.

Nilai Makna Makanan

Bluder ini biasanya disajikan saat tahlilan sebagai makanan pengiring doa. Makna makanan ini memiliki nilai sosial karena dimakan bersama dengan duduk beramai-ramai tanpa membedakan status sosial. Selain itu, makanan ini memiliki nilai budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang yang diturunkan dari generasi ke generasi sehingga harus terus dilestarikan supaya tidak hilang. Nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar sehingga terus dapat diproduksi oleh ibu rumah tangga sebagai tambahan penghasilan.

Bahan Baku Utama

Bahan Adonan: 350 gr tepung terigu protein tinggi, 1 sdm ragi instant, dan 180 ml air dingin

Bahan Baku Tambahan

Rempah-Rempah

Bahan Roti: 8 butir kuning telur ayam, 75 gr tepung terigu protein sedang, 75 gr tepung terigu protein tinggi, 1 sdm ragi instant, 150 gr gula pasir, 100 gr margarine, 1/2 sdt pasta vanili, 5 sdm susu bubuk, 1 sdt garam halus, dan susu evaporated secukupnya untuk olesan

Bumbu-Bumbu

Cara Pengolahan

Campur semua bahan adonan biang kemudian uleni dengan tangan hingga kalis. Simpan pada wadah yang tertutup lalu diamkan selama 1 jam didalam lemari es. Kocok kuning telur dengan gula pasir selama 3 menit atau sampai gula larut dengan telur, sisihkan sejenak. Campur tepung terigu, susu bubuk, garam dan ragi instan, aduk sampai rata. Masukkan adonan biang kedalam campuran tepung lalu aduk dengan tangan sampai merata. Tuang kocockan telur dengan gula pasir kedalam adonan dan uleni lagi sampai benar-benar kalis. Tambahkan mentega asin, aduk lagi dengan tangan sampai rata dan diamkan selama 1 jam. Ambil adonan secukupnya lalu dibentuk bulat-bulat dan diamkan lagi selama 15 menit. Ambil satu persatu adonan yang sudah dibentuk bulat kemudian ditarik dan dilipat dua ( lakukan sampai dua kali tarikan ). Bentuk bulat lagi adonan yang sudah ditarik-tarik lalu diamkan kembali selama 10 menit. Letakkan adonan roti kedalam cetakan bluder yang sudah dioles dengan margarone lalu oles dengan susu evaporated pada bagian atasnya. Panggang dalam oven selama 15 menit atau sampai matang. Roti Bluder Khas Palembang siap untuk dinikmati.

Cerita / Proses Pengolahan

Cara Penyajian

Bluder disajikan di piring datar. Bluder dapat dijadikan menu sarapan pagi ditemani dengan teh hangat dan kudapan sore hari.

- Foto Cara Penyajian:
Responsive image


Kecocokan Makanan dengan Usia

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Catatan Lain

Bluder banyak dijual saat bulan ramadhan. Bluder masih bisa ditemukan di pasar tradisional di Palembang seperti pasar kuto.

Jenis Informan :

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali