Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Manan sahmin

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Manan sahmin adalah salah satu kue bolu khas Palembang yang berbahan dasar ubi selo (ubi jalar) kuning dan berstuktur lembut serta diberi kismis di tengahnya. Aroma harumnya berasal dari campuran susu dan air perasan daun pandan. Manan sahmin merupakan ‘kembaran kue kojo’ yang juga memiliki versi loyang berukuran besar dan versi mini. Kue bolu ubi selo yang memiliki cita rasa manis ini sudah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam. Kue yang berwarna kuning ini banyak dijual saat bulan ramadhan dan masih bisa dijumpai di pedagang kue di pasar tradisional seperti pasar kuto.

Nilai Makna Makanan

Manan Sahmin memiliki nilai kearifan lokal sebagai pelengkap dalam ritual keagamaan karena merupakan kue tradisional khas biasanya dapat ditemui dalam acara pernikahan orang Palembang asli. Kue bolu ini juga memiliki nilai ekonomi karena berbahan dasar ubi selo yang masih dapat ditemukan di Palembang sehingga dapat meningkatkan ekonomi bagi petani ubi selo. Selain memiliki nilai kearifan lokal dan nilai ekonomi, kue yang mirip dengan kue bolu kojo ini memiliki nilai budaya yang merupakan warisan dari nenek moyang yang harus dijaga dan dilestarikan.

Bahan Baku Utama

Bahan baku: 500 gram ubi Rambat (Selo) kukus, hancurkan

Bahan Baku Tambahan

Rempah-Rempah

Bahan lain: 5 butir telur ukuran sedang, 3/4 gelas gula pasir, 1 gelas terigu, 1/2 gelas santan kental, 1/4 gelas air perasan pandan, dan mentega secukupnya untuk olesan

Bumbu-Bumbu

Cara Pengolahan

Kocok telur dengan kocokan tangan, tambahkan gula, kocok hingga rata dan gula tercampur. Masukkan air perasan daun pandan dan santan kental. Masukkan ubi dan terigu, aduk rata tapi jangan dikocok lagi. Oleskan mentega ke cetakan, lalu tuangkan adonan sedikit demi sedikit ke dalam cetakan. Panggang dalam oven dengan api kecil. Panggang selama 60 menit, sesekali loyang dipindahkan antara rak atas dan tengah oven. Manan Samin khas Palembang siap disajikan.

Cerita / Proses Pengolahan

Cara Penyajian

Manan sahmin dapat di sajikan di piring datar bersama teh hangat. Cocok disantap pagi dan sore hari.

- Foto Cara Penyajian:
Responsive image


Kecocokan Makanan dengan Usia

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Catatan Lain

Manan sahmin merupakan hasil kebudayaan masyarakat Palembang yang sudah mendapatkan hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi.

Jenis Informan :

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali