Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Dodol Garut

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Industri Dodol Garut sendiri mulai dikembangkan oleh seorang pengusaha bernama Ibu Karsinah sejak tahun 1926, dan terus bertahan dan berkembang hingga saat ini. Salah merek dagang Dodol Garut yang sudah sangat terkenal di Indonesia adalah Dodol Garut Picnic, yang diproduksi oleh PT. Herlinah Cipta Pratama, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan perdagangan umum. Hingga kini, perusahaan ini sudah memproduksi Dodol Garut dalam berbagai rasa dan kemasan. Ada rasa susu, coklat, wijen, durian, serta dodol rasa lain yang dikemas dalam kotak kardus kecil maupun plastik ukuran ekonomis. Tidak hanya tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia, Dodol Garut Picnic ini pun ternyata sudah dipasarkan hingga ke negeri tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. (https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/dodol-garut).

Nilai Makna Makanan

Bahan Baku Utama

Tepung beras ketan, gula putih, susu, kelapa

Bahan Baku Tambahan

- Foto Bahan Baku:
Responsive image

Rempah-Rempah

Bumbu-Bumbu

Cara Pengolahan

Campurkan tepung ketan, dengan irisan gula merah, kemudian masukan santan cair dan beri sedikit garam. Setelah itu, rebus campuran tadi hingga mengental lalu tuangkan kembali santan kental dan gula pasir. Masak terus campuran adonan hingga kental sekali selama kurang lebih 3 ½ jam. Setelah itu, lanjut dengan menuangkan adonan dodol di atas wadah yang besar yang sudah diberi kertas minyak sebelumnya. Sesudah dituang, langkah selanjutnya oleskan minyak goreng hingga merata. Setelah itu, dinginkan terlebih dahulu lalu gulung hingga membentuk bulat lonjong seperti bentuk dodol pada umumnya, atau bisa juga sesuai selera Anda. Langkah terakhir bungkus adonan dodol menggunakan kertas minyak. (https://www.rumahmesin.com/cara-membuat-dodol/).

Cerita / Proses Pengolahan

Cara Penyajian

- Foto Cara Penyajian:
Responsive image


Kecocokan Makanan dengan Usia

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Catatan Lain

Jenis Informan :

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali