Data Kuliner

Data 0

Daerah

Daerah 0

Kontributor

Orang 0

Diakses

Kunjungan 0
Artikel Terakhir

Wadai Untuk-Untuk Khas Banjar

Jenis Makanan

Jajanan

Sejarah Makanan

Kue tradisional suku Banjar ini sering digunakan saat-saat tertentu, seperti untuk selamatan atau kenduri serta menu takjil buka puasa ramadhan. Wadai untuk-untuk adalah salah satu kue yang paling disukai, disantap ketika sarapan. Karena pemakaian gula yang lebih banyak pula lah maka proses fermentasi dari untuk sedikit berbeda dibanding roti goreng. Skill baking pada umumnya sudah mengajarkan padaku bahwa fungsi gula dalam proses fermentasi adalah sebagai sumber energi bagi ragi. Gula dapat memberikan rasa manis dan warna kecoklatan (golden brown) pada roti. Jumlah gula untuk fermentasi roti normalnya adalah 2%. Sementara bagi pembuatan ‘Wadai Untuk’ jumlah gula diberikan 2 kali lipat lebih banyak. Efek dari lebihnya penambahan gula ini adalah proses fermentasi roti berjalan lebih lama dan tekstur dari roti lebih padat dan kokoh. Berbeda dengan roti goreng umum yang empuk, maka ‘Wadai Untuk’ mempunyai tekstur lebih padat dengan daya tahan melebihi Roti Goreng pada umumnya. Warna dari wadai untuk juga lebih coklat karena banyaknya kadar gula menyebabkan proses penggorengan membuatnya cepat coklat. Karena proses fermentasi dari ‘Wadai Untuk’ cukup lama maka biasanya Urang Banjar membuat adonan untuk di malam hari dan menggorengnya dipagi hari. Kue ini sudah umum sekali dijual dipinggiran kota Banjarmasin.

Nilai Makna Makanan

Kreatifitas pembuatan makanan yang didasarkan pada pemanfaatan bahan baku lokal yang ada di sekitarnya.

Bahan Baku Utama

Telur, Susu, Tepung Terigu,

Bahan Baku Tambahan

Sebenarnya Wadai Untuk Klasik ala Urang Banjarmasin zaman dulu memiliki isian berupa Inti (campuran kelapa parut dan gula merah), Pisang Talas, Kacang Hijau Manis dan Kacang Tanah Manis yang dihaluskan. Tapi, karena perkembangan zaman selera orang pun mulai berubah. Untuk Banjarmasin kini telah memiliki varian isi yang lebih banyak.

Rempah-Rempah

Bumbu-Bumbu

Gula Pasir, Garam, Santan, Air, Mentega

Cara Pengolahan

Menggoreng

Cerita / Proses Pengolahan

Campurkan 1 kuning telur dan gula aduk hingga gula menjadi halus. Setelah itu masukkan tepung sedikit saja. Aduk hingga rata dan masukkan larutan ragi yang diolah tadi. Aduk-aduk dan masukkan santan kental sedikit demi sedikit bergantian dengan tepung sambil terus diuleni. Lakukan hingga adonan sedikit kalis. Terakhir, masukkan garam dan mentega. Banting-banting dengan lembut adonan hingga tidak lengket ditangan, elastis dan luwes. Terakhir, tutup adonan dengan kain dan biarkan kurang lebih 5-6 jam. Bentuk adonan sesuai selera dan beri isian. Lumuri kembali dengan tepung lalu Biarkan 30 menit. Goreng adonan untuk hingga coklat atau sedikit kecoklatan.

Cara Penyajian

Hidangkan di piring saji, nikmati selagi hangat.


Kecocokan Makanan dengan Usia

Semua Umur

Risiko Kerentanan (Bahaya Makanan)Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Diabetes (Gula)

Efek/Kelebihan (Non Kerentanan) Perspektif Pandangan Setempat (bukan Medis-Klinis)

Tidak Tahu

Catatan Lain

Rasanya lebih manis dan teksturnya lebih padat dibanding roti goreng pada umumnya maka dipastikan dalam pembuatannya memakai lebih banyak gula. Ya, urang banjar itu suka manis. Lihat saja kue khas Banjarmasin pasti mengandung banyak gula.

Jenis Informan : Website

https://shezahome.com/tag/cara-membuat-wadai-untuk-atau-roti-goreng-ala-banjarmasin/

Komentar

Tinggalkan Komentar

Kembali